Penerapan Hukum terhadap TKI dan Majikan di Arab Saudi Dinilai Tidak Adil
Kiplay News - Penegakan hukum di Arab Saudi dinilai tebang pilih terhadap Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Pasalnya, ketika TKI melakukan pembunuhan terhadap majikanya maka dieksekusi mati sesuai hukum yang berlaku di Pemerintahan Kerajaan Arab Saudi. Tapi, jika majikan yang membunuh TKI, tidak diperlakukan hukum yang sama.
Hal tersebut disampaikan Devisi Advokasi Kebijakan Migrancare, Siti Badriah dalam diskusi bertajuk "Daftar Panjang TKIDihukum Mati” di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (1/11).
"Pernah satu kali kami menangani satu kasus yang disiksa tiga hari berturut-turut, 2 orang itu meninggal di Arab Saudi, tetapi majikan tidak dihukum mati dan hanya membayar uang darah saja," terangnya.
"Kenapa saat PMI melakukan pembunuhan itu selalu ancamannya hukuman mati, inikan nggak fair, ketika PMI melakukan pembunuhan dia di eksekusi, tetapi kalau majikan melakukan pembunuhan dia bisa membayar dengan uang," sambung dia.
Dengan penerapan hukuman yang tidak merata itulah, ia memprotes Pemerintah Arab Saudi. Menurutnya pengadilan di negara tersebut tidak adil menerapkan hukum.
Dikatakannya, otoritas Arab Saudi tidak memberikan notifikasi kepada Indonesia terkait hukuman mati, bukan saja kasus yang menimpa Tuti Tursilawati.
Ia mencatat, sejak 2008 Arab Saudi tidak memberikan notifikasi eksekusi mati TKI. Sikap Arab Saudi tersebut dinilai telah melanggar etika diplomasi internasional.
"Untuk yang terancam hukuman mati beberapa yang sudah di ekseskusi dari tahun 2008, Arab saudi nggak pernah memberikan notifikasi kepada pemerintah Indonesia, ada Riyanti, Siti Zainab kemudian Zaini Misrin , Tuti Tursilawati. Semuanya tidak ada Notifikasi kepada pemerintah Indonesia," tandasnya.
Selain itu, ia juga meminta kepada pemerintah Indonesia untuk melakukan pembenahan, khususnya pembenahan tata kelola keimigrasian.
"saya kira pemerintah Indonesia juga harus membenahi diri, tatakelola migrasi kalau pun kalau bisa penempatannya bisa di alihkan ke Asia Pasifik yang lebih ramah," harapnya.[]
Sumber : Akurat.co

Komentar
Posting Komentar